` Portal DPMPTSP Kota Tangerang Selatan
22 September 2019
Breaking News

Pemkot Desak Mediasi Pemukulan Staff Camat

 

                                                                           CIPUTAT-Pihak Pemkot Tangsel prihatin. Terjadinya insiden pemukulan di lingkungan Pemkot perlu dituntaskan. Pihaknya mendesak agar insiden yang terjadi di Kecamatan Ciputat tersebut melalui mediasi. Hal ini upaya untuk meredam dampak buruk di luar itu. Apalagi bisa berbuntut panjang.

Aksi pemukulan atasan terhadap anak buah. Surya Malik Perkasa (27), korban pemukulan, seorang staf di kecamatan. Seksi  Pemerintahan, Adi Irawan, diduga pelakunya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut insiden itu tidak patut dan memalukan. Terlebih kejadiannya saat bulan Ramadan. Jelas mencoreng institusi Pemkot Tangsel. Tersebar di berbagai media.

“Jelas ini tidak patut dilakukan seorang kepala seksi apalagi ini bulan puasa. Itu yang saya sesalkan. Tentu insiden ini mencoreng nama institusi Pemkot Tangsel yang tersebar di media,” tegas Bang Ben, sapaan karib Benyamin Davnie.

Ada hal yang perlu diantisipasi. Mengapa perlu? Sebab dikhawatirkan berdampak buruk buntut dari pemukulan. Ini harus dihindari lebih jauh. Upaya damai menjadi satu upaya yang tetap untuk mendinginkan suasana pasca pemukulan yang terjadi pada Rabu (15/5) silam.

“Kami sudah mendorong Camat Ciputat untuk melakukan musyawarah sebarapa pun sulitnya untuk menghindari ekses yang tidak ingin terjadi. Akan tetapi proses hukum berjalan itu hak dia hak korban. Kalau itu dilakukan tentu tunggu saja prosesnya,” terang Bang Ben.

Pemkot Tangsel akan memberikan surat peringatan. Sambil menunggu proses hukum berjalan. Pastinya baik dari unsur hukum pihak kepolisian dan aturan pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel ada sanksinya. Namun sanksinya bagaimana ini akan dibahas oleh Baperjakat.

“Pasti ada sanki dan tapi sanksinya seperti apa Baperjakat yang akan memutuskan. Tapi tunggu dulu proses hukum. Nanti sambil menunggu proses hukum diberikan peringatan,” tutur mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini.

Baperjakat akan mengkaji dengan seksama sanksi apa yang akan diberikan. Ini diterapkan supaya tidak ada hal serupa. Terjadi lagi di lingkungan Pemkot Tangsel. Bisa saja sampai ada pemecatan, sanksinya. Ada aturan-aturan yang menjadi acuan dalam mengambil kebijakan.

“Sampai kepada pemecatan ada beberapa pertimbangan. Karena ini menjadi persakitan. Dan ini bukan kasus narkoba kita lihat dulu pertimbangan seperti apa. Kalau sampai masuk di perkara hukum jelas lepas dari jabatan itu sudah dipastikan,” ujarnya.

Pantuan di Kantor Kecamatan Ciputat, kemarin, kondisinya lengang. Tidak banyak pejabat. Hanya satu dua orang saja. Di samping memang tidak banyak masyarakat yang mengurus administrasi. Camat Ciputat Andi D Patabai dan Sekretaris Kecamatan Ciputat Dwi Suryani, dijelaskan pegawai yang ditemui tidak ada di ruangan.

Beberapa pegawai yang sempat ditanyakan insiden pemukulan mengaku tidak ada yang tahu. Sebab kejadiannya di ruangan. Tidak ada keributan. Hanya saja usai kejadian pemukulan, tiba-tiba Sekcam membawa untuk berobat ke RSU. Pegawai yang lain bingung dan kaget.

“Kamis sehari setelah kejadian beberapa orang datang ke kantor kecamatan menggunakan sepeda motor. Namun akhirnya diminta pulang oleh ayah korban yang kebetulan ada di kecamatan,” kata salah satu pegawai kecamatan.

Mereka pun menyayangkan insiden pemukulan itu. Secara kemanusiaan tidak patut. Di samping memang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sempat ada isu rencana Forum Honorer Indonesia (FHI) Tangsel akan menggelar aksi.

Namun para pegawai kecamatan mengaku tidak mengetahui rencana aksi itu. Jika memang insiden sudah dilaporkan kepada kepolisian biar diserahkan saja ke kepolisian.

Sementara itu, pelaku pemukulan tidak masuk kerja. Dikabarkan Adi Irawan bertugas di Kecamatan Ciputat ini baru hitungan beberapa bulan.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho menerangkan tim Polres Tangsel tidak akan memandang bulu. Tidak akan melihat status pekerjaan. Tidak akan melihat jenis kelamin dan sebagainya. Karena prinsip penegakan hukum adalah equality before the law atau semuanya sama di mata hukum.

“Terkait bahwa pelaku, korban apapun yang terlibat dalam perkara ini bekerja di bidang tertentu yang dalam hal ini adalah Aparatur Sipil Negara atau ASN. Maka kami akan bekerjasama dengan pengawas internal masing-masing organisasi keprofesian yang mungkin dalam hal ini Aparatur Sipil Negara dan kami bekerjasama dengan Inspektorat Pemkot Tangsel. Nanti penyelidikan dan penyidikan berjalan,” tegasnya.

SUMBER