` Portal DPMPTSP Kota Tangerang Selatan
25 Agustus 2019
Breaking News

Walikota Tutup Diklat Pim IV

WEB TANGSEL- Sebanyak 10 peserta lulusan terbaik dari Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (Diklat PIM) angkatan XI Tahun 2019 diumumkan dalam kegiatan penutupan Diklat Pim IV bertempat di Aula Blandongan, Ciputat, Kota Tangsel, Senin (15/7).

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sri Juli Rahayu, menjelaskan, pelaksanaan diklat pim ini telah dilaksanakan dari 17 Februari hingga 15 Juni kemarin, dengan pola pembaharuan yang memiliki lima tahapan diantaranya, perubahan, kepemimpinan dan evaluasi.

“Peserta diklat sebanyak 40 peserta, dan 40 peserta ini lulus semua dengan kualifikasi cukup memuaskan sebanyak 2 orang, memuaskan 16 orang dan sangat memuaskan 22 orang,”ungkapnya.

Dari 40 peserta ini terdapat 10 lulusan terbaik yakni lulusan terbaik ke 10 dari Dinas Lingkungan Hidup Yetti Sanifa, lulusan no 9 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Supriono, lulusan no 8 yakni dari Dinas Kesehatan Dede, lulusan no 7 yakni Etty Pujilestari dari Dinas Kesehatan, lulusan no 6 yakni Ayep Syarifudin dari Dinas Pekerjaan Umum, no 5 Fransiska dari Dinas Pekerjaan Umum, no 4 yakni Diah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, no 3 Mamat dari Bapenda, no 2 yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Nurmalita, dan terbaik pertama yakni Angga Kurniawan dari Dinas Koperasi dan UKM.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah lulus diklat pim IV ini. Diklat bisa menjadi pondasi dasar sesuai tugas fungsi dan pokok kerja masing-masing. “Angkatan ini semua lulus dan banyak yang mendapatkan nilai sangat memuaskan, hanya dua yang cukup memuaskan sehingga perlu adanya evaluasi, karena diklat ini perlu kedisiplinan, dan harus memiliki komitmen sesuai dengan visi dan misi kota Tangsel,”ungkapnya.

Airin mengatakan, diklat pim ini bukan hanya sekedar seremonial saja, dan bukan hanya untuk memenuhi persyaratan naik jabatan dan lainnya, namun diklat ini diharapkan bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kita sadar betul persaingan yang ada saat ini begitu tinggi, bagaimana SDM sangat penting untuk era jaman sekarang, untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia diperlukan pendidikan dan pelatihan yang lebih masif dan efektif, seperti melalui metode e-learning. Metode ini dilakukan untuk membiasakan peserta sehingga bisa melihat perubahan dimana-mana. “jelasnya.

Diklat PIM IV tersebut bertujuan untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang punya nilai-nilai kebangsaan dan inisiatif tinggi untuk melakukan perubahan. Selain itu, para peserta Diklat nantinya diharapkan dapat berinovasi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, demi membangun budaya perubahan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Peserta dituntut untuk berpikir kreatif, inovatif dan punya awareness, sehingga bisa melakukan perubahan terhadap lingkungannya,” jelasnya.